CINTA itu koyak pada tembok, gerbang tumbang,
yang datang bertandang tak akan pernah lagi ia pergi;
Cinta mengikhlaskan gua perlindungan ke Takdirnya.
Tiba sudah segan, dia yang mencinta yang tak tercintai.
Lalu, dua mulut yang sama hausnya, saling menemukan,
sakit terlupa, terbungkamlah tangis hati yang rapuh,
di surga -- seperti itu saja, tapi terbawa jua
nestapa mimpi sendiri pada rengkuh lengan, dan berbaringan
sendiri di malam kesunyian, dengan sebayangan hantu.
Ada yang membagi malam. Tapi mereka tahu cinta mendingin,
Jadi palsu dan jemu, apa yang dulu semanis-dusta.
Tak ada lagi pukau di tangan dan bidang bahu,
Hanya gelap, kian gelap, mati dari kecup ke kecup.
Semua ini adalah cinta; dan semua adalah cinta kecuali ini.
Entri Populer
-
Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita ...
-
Nama kamu dimulai dengan huruf A Kamu tidak terlalu romantis, tapi kamu tertarik dalam bertindak. Artinya bisnis. Bagi kamu, apa yang kam...
-
Kata Mutiara hari ini tentang: Melewati Hari Dengan Sejuta Makna. Saya tak tau siapa yang pertama kali mengucapkan kata ini, yang jelas sa...
-
KATA MUTIARA UCAPAN ULANG TAHUN KATA MUTIARA UCAPAN ULANG TAHUN >> SMS Selamat Ulang Tahun 21 Apr 2010 Kata Mutiara Ucapan Ul...
-
Sadarkah kekasih kelakuan kamu Sungguh sangat menyiksa aku Padahal ku beri apa yang kau mau Tapi kau tak mengerti aku [*] Sakitnya hati...
-
Aku tak selalu baik dan juga tak selalu benar, Sekali waktu aku begitu baik dan juga kadang sangat bodo. Aku hanya manusia biasa seperti yan...
-
Jika sebuah hubungan diakhiri hati terasa pedih karena luka mengingat setiap kenangan yang manis bersamanya. Rasa kecewa, merasa tidak ber...
-
Pucuk dicinta ulam tiba, Pucuk dicerai ulam putus. Ramadhan siap menyapa, Maafkan beta wahai bloggermania dengan tulus. Di sini bukit di...
-
Orang Amerika kentut bilang, "EXCUSE ME". Orang Inggris kentut bilang, "PARDON ME". Orang Singapore kentut bilang, ...
-
Aku tersesat Menuju hatimu Beri aku jalan yang indah Ijinkan ku lepas penatku ‘tuk sejenak lelap di bahumu Dapatkah selamanya kita bers...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar